Baru Hari Ke 40 Berpantang, Suami Sudah ‘Buang Dalam’

Sharing is caring!

Saya dalam dilemma di mana saya ingin berpantang bersama suami selama 60 hari, tetapi suami minta saya ‘menunaikan nafkah’ pada hari ke-40 di mana saya masih belum habis tempoh berpantang.

Pada mulannya, saya tidak berani disebabkan berasa ngeri dengan bekas jahitan selepas bersalin secara normal.

Tetapi, suami saya pula berkata, di dalam Islam, pasangan suami isteri sudah boleh bersama setelah darah nifas sudah kering.

Bab berpantang 44, 60 atau pun 100 hari ini hanyalah merupakan peraturan yang ditetapkan oleh manusia, bukannya tuhan.

Loading...

Loading…

Jadi, saya sebagai isteri hanya patuh setelah suami berkata macam itu. Akan tetapi, masalah saya sekarang adalah sumai ‘buang dalam’ sedangkan saya sudah merayu yang saya tidak mahu mengandung dalam tempoh terdekat.

Bila saya tanya macam mana kalau saya mengandung lagi nanti, suami cuma menjawab sambil gelak-gelak:

“Awak bersalinlah macam mana aawak bersalin hari itu.”

Terus saya berasa sebak sangat masa itu sedangkan suami sendiri yang menyaksikan betapa azabnya saya masa mahu bersalin hari itu. Suami mahu saya bersalin tiap-tiap tahun, tetapi saya tidak bersetuju sebab saya memang tidak mahu mengandung lagi di dalam jangka masa terdekat ini sebab rasa sakit semasa bersalin hari itu masih lagi terasa.

Kalau diikutkan hati, saya teringin mahu memasang implan, tetapi ada yang menasihati saya dengan memberitahu perbuatan itu bakal mendatangkan dosa sekiranya saya merancang anak tetapi suami pula mahukan anak lagi.

Loading...

Sumber : KRT via http://www.ohmymedia.cc

 

 

Gadis Kampung ini Menikahi Seorang Lelaki Bandar yang Kaya Raya, Semasa Ibu Berkunjung Hendak Melihat Anak Kami yang Pertama, Apa yang Diucapkan Mertuanya Ini Sangatlah Menyayat Hati!

 

Saya adalah seorang gadis yang besar di pedesaan. Dulu ketika kekasih saya ingin menikahi saya, orang tua menantang habis-habolehn pernikahan kami. Orang tua menganggap bahawa kekasih saya adalah orang bandar, jika saya menikah dengannya, maka sangat besar kemungkinan bahawa saya akan mendapatkan perlakukan yang tidak seharusnya nantinya oleh pihak keluarga besar dari suami saya.

Tapi, saya berpikir, asalkan suami saya baik pada saya, itu sudah cukup. Akhirnya, orang tua saya dengan berat hati membiarkan kami menikah. Setelah menikah, kami tinggal bersama dengan mertua. Benar saja, mertua saya sangat memandang rendah atas diri saya, kerana saya adalah anak dari pedesaan.

Setelah menikah, selain saya harus kerja setiap harinya, saya juga masih harus menunggu sampai mereka sekeluarga sampai di rumah. Lama kelamaan tubuh suami saya yang begitu hangat dan perhatian perlahan mulai memudar, dia berubah menjadi dingin, jarang berbual dan bertanya-tanya kepada saya, sepertinya saya bukanlah istrinya. Saya sendiri juga seringkali merasa bahawa saya bukanlah anggota keluarga di rumah ini, hanya seorang pembantu percuma.

Setelah setengah bulan berlalu, akhirnya saya hamil. Perlakuan mertua saya pun perlahan berubah menjadi lebih baik. Saya pun tak seperti dulu lagi, yang setiap harinya kepenatan mengerjakan ini itu. Mertua saya mulai membantu saya menyelesaikan pekerjaan rumah.

Saat mengadakan perayaan 1 bulan lahiran, ibu saya sengaja datang dari desa untuk mengunjungi saya. Saat ibu tiba di rumah, bukan hanya tak mengucapkan salam, selamat datang, namun mertua saya menganggap ibu saya seolah-olah adalah seorang yang tidak kelihatan. Bahkan mereka semua langsung masuk ke kamar masing-masing.

Kerana saya takut mertua saya mengatakan hal yang tidak enak didengar yang ditujukan untuk ibu, maka saya segera membawa ibu masuk ke kamar saya. Saya menggendong bayiku dan saat ibu melihatnya, ibu begitu bahagia. Ibu juga berkata mirip sekali dengan saya saat kecil dulu, begitu comel, namun saat mendengar perkataan ibu, hatiku begitu pahit.

Tiba-tiba mertua saya masuk ke kamar dan merebut anak saya dari tangan ibu dengan ekspresi wajah yang sangat marah, berkata “Ibumu begitu kotor, bagaimana mungkin kamu membiarkannya menggendong cucuku? Kalau cucuku sakit, bagaimana?” Setelah selesai berteriak, ia menggendong anak saya ke luar. Di kamar hanya ada saya dan ibu dalam atmosfir yang begitu kaku. Saya melihat wajah ibu begitu sedih, namun saya tidak tau bagaimana cara menghibur ibu.

Saat makan malam, mertua meminta ibu untuk membereskan dapur terlebih dahulu baru makan. Namun setelah selesai membereskan dapur dan menuju ke meja makan untuk makan, tidak ada lagi makanan yang tersisa di sana. Mertua saya berkata, “Kalian kan orang desa, pastinya kalian sudah terbiasa dengan hidup hemat bukan? Sekarang, kalian makan saja makanan yang ada di dapur, kalian habiskan sisa-sisa makanan itu kerana sayang jika dibuang.

Melihat ekspresi ibuku yang begitu sedih, hatiku seakan-akan tersayat-sayat pisau tajam. Tapi saya benar-benar tidak tau harus melakukan apa. Sedangkan suami saya pun tidak bertindak sama sekali, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Loading...

Keesokan harinya, saat saya bangun pagi, saya melihat bahawa ibu tidak ada di kamar lagi. Ternyata ibu diam-diam pulang ke desa malam itu. Bahkan ia tidak mengucapkan selamat tinggal pada saya. Saat sudah sampai di rumah, ia baru menelepon saya, memberitahukan bahawa ia pulang kerana ada urusan mendadak. Ibu meminta saya untuk menjaga diri baik-baik. Ibu juga meminta saya untuk bertahan dan berjuang demi masa depan anak saya.

Setelah menutup telepon dari ibu, saya menangis sekuat tenaga, saya tidak tau apa yang harus saya perbuat. Saya hanya boleh menjalankan kehidupan rumah tangga saya ini dengan berusaha tegar. Setidaknya demi ibu dan anak saya.

Sumber: hwfx

 

 

[VIDEO] Awek Ini Melakukan Percubaan Duduk di Atas Paha Orang yang Tidak Dikenali, Sampai Akhirnya kat Satu Lelaki Melakukan Perkara Ini, Menyesal Setengah Mati!

 

Kalau kamu lagi duduk di restoran atau di pinggir jalan dan tiba-tiba ada awek datang dan duduk di peha kamu, apa reaksi kamu? Akun Youtube MoeAndET melakukan percubaan ini, mereka menyuruh seorang awek cun untuk tiba-tiba duduk di peha lelaki-lelaki di tempat umum, kira-kira apa ye yang bakal terjadi?

Sebahagian besar orang jelas terkejut dan tak tau harus buat apa, terus shock dan kemudian blur.

Tapi kemudian awek ini duduk di peha lelaki yang lagi kencan sama kekasihnya, rilek je begitu awek ini datang dan melakukan hal itu, kekasihnya marah dan hampir aja mereka putus..

Sampai terakhir awek ini menduduki seorang lelaki yang sedang makan..

Siapa sangka ternyata lelaki ini langsung melakukan gerakan yang…. membuatkan awek ini langsung nyesal setengah mati melakukan prank ini!!

Buat baik dibalas baik…buat macam tu kene dooooogy..hahahahaha!!!

Di kemaskini dan Di olah Oleh : Kisah Benar Media Network

Sharing is caring!

Loading...